Flavonoid merupakan golongan senyawa yang banyak ditemui
dalam tumbuhan sebagai bahan obat. Salah satu contoh golongan flavonoid adalah kuersetin
yang bersifat sebagai anti tumor. Kuersetin adalah senyawa golongan flavonol
(bagian dari flavonoid) yang banyak terkandung dalam buah-buahan dan sayuran,
misalnya apel, anggur, teh, bawang merah, dan kopi. Kuersetin memiliki 5 gugus
-OH bebas yang dapat disubstitusi oleh gugus asil melalui reaksi esterifikasi.
Ester kuersetin dapat diperoleh dengan mereaksikan kuersetin dengan senyawa
golongan asam karboksilat, halida asam karboksilat, dan anhidrida karboksilat.
senyawa kuersetin
propionat dapat disintesis dengan mereaksikan kuersetin dan anhidrida propionat
dengan katalis basa. Penggunaan asam propionat dalam reaksi esterifikasi
kuersetin tidak berlangsung karena asam propionat kurang reaktif dibandingkan
dengan anhidrida propionat. Data spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa
kuersetin propionat telah terbentuk dan masih menyisakan satu gugus -OH bebas
pada kuersetin yang membentuk ikatan hidrogen. Data spektrum massa menunjukkan bahwa
hanya terdapat 4 gugus -OH kuersetin yang tersubstitusi oleh gugus asil. Data
spektrum UV-Vis menunjukkan bahwa letak gugus -OH bebas kuersetin terletak pada
posisi 5. Karakteristik kuersetin propionat berbentuk Kristal berwarna putih
dengan titik lebur 123-125°C. dibawah ini merupakan struktur kuersetin
Jumat, 19 Oktober 2012
Minggu, 07 Oktober 2012
Manfaat Rosella
Di Indonesia, penelitian tentang uji
komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak Rosella pernah
diteliti oleh Ir. Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya
tersebut, ditemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak
kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan
bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi
gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin. Antosianin merupakan pigmen
alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga Rosella, dan bersifat
antioksidan.
- Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker,” ujar Didah. Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan dapat dilihat dari kepekatan warna merah pada rosella. “Semakin pekat warna merah pada bunga Rosella, rasanya akan semakin asam. Dan kandungan antosianinnya semakin banyak. Dengan demikian, kandungan antioksidannya juga semakin banyak,”. Sayangnya, kadar antioksidan dalam bunga Rosella menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven). Kadar senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kelopak Rosella berada pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk segar.
- Antikanker dan Antihipertensi Di antara banyak khasiatnya, Rosella diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi. Ini sesuai dengan uji pra klinis yang dilakukan oleh Yun Ching Chang, seorang peneliti dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University di Taiwan. Yun Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia). Pigmen ini jugs berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri) sel kanker.
Dari penelitian terbukti bahwa kelopak bunga Roselle
mempunyai efek anti-hipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam
eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Roselle mengurangi efek
alcohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat
pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Roselle
juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat
kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organic, poly-sakarida dan flavonoid
yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Roselle sebagai Farmakologi. Selain
itu yang tidak kalah pentingnya adalah kelopak bunga Roselle mengandung vitamin
C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia
terhadap serangan penyakit.
Jumat, 05 Oktober 2012
Strychnine
Pohon Strychnine lebih dikenal sebagai kacang racun atau Tombol Quaker dengan nama Latin Strychnos nuxvomica L, adalah pohon berukuran sedang, asli India dan Asia Tenggara.
Benih kecil di dalam pohon ‘hijau mirip buah jeruk, sangat beracun, karena dipenuhi dengan alkaloid beracun yang disebut Strychnine dan Brucine. Strychnine merupakan racun yang digunakan untuk meracuni tikus dan predator kecil. Efek toksik strychnine telah dikenal dari zaman China kuno dan India. Strychnine pertama kali ditemukan oleh kimiawan Perancis Joseph Bienaimé Caventou dan Pierre-Joseph Pelletier pada tahun 1818.
Benih kecil di dalam pohon ‘hijau mirip buah jeruk, sangat beracun, karena dipenuhi dengan alkaloid beracun yang disebut Strychnine dan Brucine. Strychnine merupakan racun yang digunakan untuk meracuni tikus dan predator kecil. Efek toksik strychnine telah dikenal dari zaman China kuno dan India. Strychnine pertama kali ditemukan oleh kimiawan Perancis Joseph Bienaimé Caventou dan Pierre-Joseph Pelletier pada tahun 1818.
Gambar Rumus struktur Strychnine dan Brucine
30 mg racun ini cukup fatal
bagi orang dewasa, dan akan menyebabkan kematian yang menyakitkan dengan
kejang-kejang hebat karena stimulasi simultan dari ganglia sensoris di
tulang belakang.
Langganan:
Postingan (Atom)